Serba-Serbi Malang

Pengasuh Pondok dari Tebu Ireng

07-Aug-2009 23:36:02

Dari mana awal penyebaran virus H1N1 di Babussalam belum terdeteksi. Namun, ada pengakuan menarik dari pimpinan ponpes tersebut, KH Thoriq Darwis.

Menurut Thoriq, dia dan beberapa temannya beberapa waktu lalu pergi ke makam KH Hasyim Asyari, pendiri NU. Makam itu berada di kompleks Ponpes Tebu Ireng, Jombang. Untuk diketahui, Tebu Ireng merupakan ponpes yang pertama ditemukan ada santrinya yang terkena flu babi. "Saya berangkat ke makam KH Hasyim Asyari malam Jumat Legi," ungkapnya.

Bila menilik penanggalan di kalender, Thoriq ke Jombang 16 Juli malam lalu. Setelah dari makam, dia langsung pulang ke Pagelaran. Pada 17 Juli, santri mulai berdatangan lagi ke ponpes. Maklum, sebelumnya, kondisi ponpes yang memiliki 80 guru tersebut nyaris kosong. Itu karena setelah acara wisuda yang dihadiri Menkom Info M. Nuh pada 27 Juni lalu, proses belajar mengajar dihentikan karena liburan.

Sepulang dari Jombang, Thoriq sendiri menderita flu. Namun, ketika ratusan santri juga jatuh sakit terserang flu, Thoriq menyangka virus flu dari santri yang pulang kampung. Sebab, para santri berasal dari berbagai daerah. Mulai Madura, Surabaya, Sumatera, dan Kalimantan.

Wabah flu di Babussalam mulai terlihat Sabtu (25/7) lalu. Kebetulan, saat itu turun hujan cukup deras meski musim kemarau. Santri dan guru mengira merebaknya flu akibat cuaca yang tak bersahabat.

Keesokan harinya, Minggu (26/7), satu per satu santri mulai jatuh sakit. Bahkan ada tiga santri yang sempat dirawat di Rumah Sakit Kanjuruhan Kepanjen dan Puskesmas Sumbermanjing Wetan.

Karena kondisi para santri tak kunjung membaik, Senin (26/7) ponpes berinisiatif mengundang paramedis dari Rumah Sakit Islam Gondanglegi. Beberapa di antaranya mulai menunjukkan kondisi membaik. Namun, jumlah santri yang sakit terus bertambah. Karena itu, Rabu (29/7) ponpes memberi tahu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.

Saat itu, dinkes hanya memberikan obat flu biasa. Sedangkan obat antiflu babi dan flu burung tak diberikan. "Kami memang diberi 80 tablet (tamiflu). Tapi, katanya tablet ini hanya diberikan untuk penderita flu berat," ucap Thoriq.

Para santri yang saat itu bergelatakan di ruang isolasi juga sempat mengundang iba Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Di sela-sela hari ulang tahun koperasi pada Jumat (31/7) lalu, pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut berkunjung ke Babussalam.

Sementara, kendati sudah dinyatakan positif flu babi dari hasil pemeriksaan laboratorium, hingga pukul 15.00 kemarin, belum ada satu pun petugas dinkes yang datang mengunjungi Babussalam. "Saya sudah tugaskan kepala Puskesmas Pagelaran untuk terus memantau Babussalam. Setiap hari terus kami pantau. Saya tak perlu ke sana lagi. Saya masih akan memantau daerah lainnya," kata dr Agus Wahyu Arifin, kadinkes Kabupaten Malang.

Di lain sisi, Kepala Puskesmas Pagelaran dr Rosihan Anwar mengatakan belum melakukan pemeriksaan ke pondok yang bersantri 700 orang tersebut. Dia mengaku sakit sejak Sabtu (1/8). Bahkan, mantan kepala Puskesmas Gondanglegi tersebut juga sudah meminum tamiflu. "Saat ini kondisi saya sudah membaik," ucap Rosihan melalui ponselnya kemarin.

Karena kondisinya masih belum fit benar, dia mengirimkan salah satu petugasnya. "Saya sudah mengutus bidan desa untuk menangani kasus Babussalam," lanjut dia.

Sebenarnya, selain Babussalam, ada satu ponpes lagi di Pagelaran yang santrinya tiba-tiba sakit. Yakni Ponpes Mambaul Ulum. Jarak antara Babussalam dengan Mambaul Ulum hanya sekitar 750 meter.

Menurut Rosihan, di Mambaul setidaknya ada 35 santri yang tiba-tiba sakit. Namun, hingga saat ini para santri tersebut hanya diberi flu biasa. Sampel liur santri yang sakit juga belum dikirim.

Pengutusan bidan desa untuk menangani flu babi tidak seperti daerah-daerah lain. Di daerah lain, bila ada orang yang terkena flu babi, mereka biasanya langsung dibawa ke puskesmas dan selanjutnya dikirim ke rumah sakit rujukan. Di Jatim ada delapan rumah sakit yang dijadikan rujukan untuk menangani flu babi. Di antaranya Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Namun, bagi Bupati Malang Sujud Pribadi, cara dinkes yang hanya mengirim bidan desa dianggap hal lazim. "Walaupun bidan, kalau mempunyai pengetahuan dalam menangani flu babi, ya tak masalah," ujar Sujud melalui ponselnya kemarin.


 Reply Comment
 
 
Your name
Website http://
Comment
   
Image verification code
Retype image code here