Berita Kota Malang
Stasiun Kota Malang Bersih Bedak PKL
24-Apr-2009 23:20:54
![]()
MALANG - Batas akhir 24 April benar-benar ditaati PKL di depan Stasiun Kota Baru. Kawasan di salah satu gerbang penyambutan pengunjung Kota Malang itu akhirnya bersih dari bedak semipermanen PKL Trunojoyo dan PKL buku Sriwijaya. Pembongkaran serentak kemarin dilakukan pedagang sejak pagi buta hingga sore hari. Semua dilakukan tanpa perlawanan maupun opsi keberatan.
Hingga kemarin sore, tinggal lima bedak yang masih berdiri di pojok Jl Sriwijaya. Itu pun dalam tahap pengangkutan barang. Sedangkan bedak PKL Jl Trunojoyo mulai paling selatan hingga paling utara telah dirobohkan. Rata-rata, semua pedagang terjun langsung membersihkan lokasi bedak. Tampak juga puluhan pegawai dinas pasar yang membantu membersihkan dengan sapu dan beberapa peralatan lain. Dua unit truk dinas pasar yang mengangkut kayu bekas bedak dan barang-barang dagangan ikut dikerahkan. "Sudah sejak pagi tadi (kemarin), Mbak. Semua dengan suka rela membongkar bedak. Berat sebenarnya," ujar Mohammad Ikram, salah satu pedagang.
Menurut Ikram, sudah bertahun-tahun dia berjualan di lokasi itu. "Saya sudah hampir 15 tahun di sini. Katanya mau diberi tenda," ungkap warga Embong Brantas tersebut.
Kepala Dinas Pasar Pemkot Malang J. Hartono mengaku salut atas tindakan para pedagang. Sebab, instruksi membongkar sendiri bedak berjualan dipatuhi tanpa protes. "Sejak pukul 01.00 tadi pagi (kemarin pagi) semua pedagang sudah tidak jualan lagi. Kemudian serentak membongkar bedak hari ini (kemarin)," ujar dia.
Sesuai rencana, begitu bedak dan lokasi bersih, dinas pasar langsung berkoordinasi dengan dinas kebersihan dan pertamanan, PDAM, serta PLN. Koordinasi itu dilakukan untuk penataan taman, pemasangan instalasi air, dan instalasi listrik. "Begitu siap, PKL Trunojoyo langsung di-launching. Sedangkan PKL Sriwijaya dipindah ke Velodrome," ucap Hartono.
Dari perubahan konsep itu, launching PKL Trunojoyo seratus persen berbeda. PKL Trunojoyo tidak lagi berjualan di bedak semipermanen. Tapi di bawah tenda bongkar pasang berukuran 3 x 3 meter. Selain itu, jam operasi berubah. Jika sebelumnya bisa berdagang setiap saat sepanjang hari, kini tidak lagi. Jam operasi hanya sore sampai dini hari. "Sesuai program awal, pagi hari kawasan harus bersih kembali. Boleh berjualan lagi sore hari sampai malam," tandas Hartono.
| Reply Comment | ||
| |
||
| |
||


