Berita Kota Malang

Mewabah, Layang-Layang Hias Lampu

15-Jun-2009 22:54:22

PROBOLINGGO - Demam layang-layang hias lampu di Kota Probolinggo semakin mewabah. Semakin banyak orang menerbangkan jenis layang-layang itu di malam hari. Saat dilombakan, tak cuma pesertanya mbeludak. Penonton pun tumplek blek sampai bikin macet jalan.

Simak saja sebuah lomba layang hias lampu yang diselenggararakan di areal kaplingan Kebonsari Wetan, Kota Probolinggo. Acara itu digelar sejak Jumat (12/6) hingga tadi malam (14/6). Sampai ada 210 orang peserta. Dan setiap malam lomba itu digelar, penonton tumplek blek.

Keramaian itu seperti telihat Sabtu (13/6) malam. Saking ramainya, bukan hanya lahan kosong areal kaplingan saja yang penuh sesak manusia. Namun, jalan menuju kaplingan tersebut sampai macet oleh lalu lintas kendaraan warga yang hendak menyaksikan lomba itu. Belum lagi ramai oleh para pedagang kaki lima yang ikut meramaikan jalan tersebut.

Sekitar pukul 19.30 beberapa warga sudah memadati areal lahan kosong kaplingan. Beberapa warga yang duduk-duduk di pinggir jalan membuat suasana jalan semakin macet. "Ini baru benar-benar malam mingguan. Rame puol!" teriak Joko, salah satu warga setempat yang malam itu memilih duduk di atas motornya di tepi jalan.

Pasangan muda-mudi pun bertebaran di sekitar areal kaplingan. Pedagang kaki lima mereguk untung. "Mulai Jumat di sini sudah ramai. Kemarin (Jumat/12/6) saja es saya habis. Semoga ada acara ramai-ramai seperti ini terus di sini," jelas Sukirman, salah satu pedagang es keliling.

Perhatian orang malam itu tertuju pada langit. Layang-layang hias lampu bergiliran diterbangkan. Setiap kloter, ada 10 layang-layang diterbangkan. Sampai di atas, lampu-lampu layang-layang itu menjadi pemandangan indah. Setiap layang-layang memiliki keindahan sendiri-sendiri karena bentuknya berbeda.

Penonton banyak heran ada layang-layang hias berlampu seperti itu. "Kok bisa ada lampunya ya? Terus listriknya disambung di mana itu..." celetuk salah seorang penonton perempuan berjilbab.

Yang membikin suasana semakin meriah dalam lomba tersebut adalah adanya MC yang memandu selama lomba digelar. Bahkan sang MC pun tak jarang mengomentari layangan peserta dengan guyonan-guyonan segar.

"Saat ini sedang tampil layangan cobra ekor panjang milik peserta dari Surabaya. Kalau cobra di film India itu menyeramkan, kalau cobra ini malah indah. Tidak mengeluarkan racun, cuma mengeluarkan cahaya kelap-kelip. Tapi, awas kesabet ekornya yang panjangnya 38 meter," kata MC tersebut.

Apa benar ada peserta dari Surabaya segala? Sang MC pun tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan itu. "Itu cuma untuk meriah-meriahan thok, Mas. Yang ikut ya orang sini semua saja," kata MC bernama Ratnaningrum itu.

Lomba tersebut merupakan inisiatif dari warga setempat yakni Arzka yang juga anggota Kodim 0820 Probolinggo. Dalam kesempatan itu dirinya juga menjabat sebagai ketua panitia lomba tersebut.

"Lomba ini untuk mewadahi aspirasi masyarakat Kota Probolinggo. Semakin hari kan semakin banyak peminat layangan lampu hias ini. Jadi alangkah baiknya kalau semua layangan hias yang sudah menjamur itu dilombakan," jelas Arzka.

Lomba layangan hias tersebut dibagi dalam 3 seri. Jumat dan Sabtu adalah babak penyisihan, sementara tadi malam adalah babak finalnya. Dalam lomba tersebut pemenangnya ditentukan oleh juri yang teridiri dari 2 orang yang notebennya guru kesenian. Yakni Nur Widodo dan Ratnaningsih.

Untuk memacu semangat, panitia pun memberikan hadiah untuk pemenang. "Total hadiahnya Rp 1 juta. Tetapi pesertanya harus membayar uang pendaftaran tiap layangan Rp 15 ribu," beber Arzka.


 Reply Comment
 
  lampu hias ( 10-May-2010 22:22:32 )

wah kalo satu JAKARTA kayak bgtoe seru banget deh pasti...

hayo" para panitia... kudu di komporin neh biar jadi... :-bd

 
Your name
Website http://
Comment
   
Image verification code
Retype image code here