Berita Kota Malang
Warga Mulai Minta Kompensasi Soal Rencana Pembangunan Rumah Sakit UB
31-Aug-2009 22:42:18
![]()
MALANG - Aroma permintaan kompensasi warga Perum Griyashanta terkait rencana pembangunan rumah sakit akademik Universitas Brawijaya (RSAUB) mulai tercium. Informasi yang didapatkan Radar dari sejumlah sumber menyebutkan ada sebagian warga yang pesimistis penolakan itu akan berhasil. Karena, hal semacam itu sudah sering terjadi di Kota Malang. Meskipun ditolak banyak warga pembangunan tetap berjalan. Contohnya, pembangunan Malang Town Square (Matos) pembangunan Malang Olympic Garden (MOG) dan lainnya.
Maka, untuk mengantisipasi, warga punya skenario lain jika penolakan tetap gagal. Yaitu, dengan meminta kompensasi kepada UB. Soal besarnya kompensasi yang muncul masih belum jelas. Tetapi, kabarnya sudah menjadi omongan tidak resmi warga jika mereka mau pindah asal diberi kompensasi setiap keluarga mencapai Rp 100 jutaan. "Setelah itu rumah akan kami jual, dan pindah dari Griyashanta," ujar sumber yang menginformasikan kepada Radar.
Menurut sumber yang tinggal di kawasan utara lokasi rencana pembangunan RSAUB. Pada dasarnya, warga memang menolak keras rencana itu apapun alasannya. Karena, mereka tidak ingin terusik ketenangannya dengan keberadaan RSAUB nanti. "Dosen-dosen Brawijaya kan juga banyak yang menolak," ujar dia.
Sementara, juru bicara warga RT 4/RW 12 Perum Griyashanta Sugiharso mengatakan, sampai saat ini warga masih menunggu janji rektor untuk melakukan sosialisasi lebih detail dan lengkap lagi. Karena, sosialisasi yang pernah dilakukan dinilai tidak detail. Dia juga tidak menjamin, meski nanti UB menyosialisasikan secara jelas, lantas warga menerima. Karena, bisa saja warga akan tetap menolak. Tetapi sosialisasi itu sangat penting. "Pak rektor dalam pertemuan pertama dulu janji, sekarang ini kami tunggu," ujar dia.
Apa ada rencana warga untuk menggelar aksi? Dikatakan Sugiharso, untuk warga RT4/RW 12 tidak ada rencana itu untuk saat ini. Apalagi saat ini bulan Ramadan. Namun, dia tidak tahu setelah Lebaran nanti. Tetapi, dia yakin warga di sana akan melakukan penolakan secara rasional. Karena, selain warganya dari kalangan terpelajar.
Sementara, Rektor UB Yogi Sugito kepada wartawan menyampaikan, jika selama ini belum berpikir soal kompensasi. Alasan dia, pembangunan RSAUB itu bukan untuk kepentingan individu atau kelompok, tetapi untuk kepentingan masyarakat bersama. Dengan demikian dia berharap masyarakat juga bisa berpikir positif terkait rencana pembangunan ini. "Saya berpikir positif saja," ujar dia.
| Reply Comment | ||||||||
|
||||||||
| |
||||||||
Index : Berita Kota Malang
- Cegah Demo, Jamin Tunjangan Cair: Pemkab Tanggapi Rencana Unjuk Rasa Kepala Desa
- Dongkrak PAD, Tertibkan Pengguna Air
- Anggap Sial, Nama Berganti: Kecenderungan Pemohon Akta di Kabupaten
- Kabupaten Kurang 19.320 Rambu
- Kloter Terakhir Honorer Tuntas
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10